Strategi Visa dan Bank Mandiri Menghadapi Tren Liburan Low Season 2026 dengan Efektif

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan telah menjadi salah satu prioritas utama bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil studi Visa Green Shoots Radar, sebanyak 63 persen orang Indonesia mengalokasikan anggaran mereka untuk keperluan travel, menunjukkan betapa pentingnya kegiatan ini dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan tantangan ekonomi yang semakin meningkat, bagaimana strategi yang harus diambil oleh lembaga keuangan seperti Visa dan Bank Mandiri untuk tetap relevan di tengah tren liburan low season yang akan datang pada tahun 2026?
Perubahan Pola Belanja dan Metode Pembayaran
Tren belanja yang berfokus pada perjalanan ini terus berlanjut meskipun banyak orang menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Konsumen kini semakin cermat dalam memilih metode pembayaran mereka. Banyak yang lebih memilih menggunakan kartu kredit untuk transaksi besar, sementara kartu debit dan uang tunai digunakan untuk pengeluaran sehari-hari. Perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan mereka.
Belanja Digital untuk Travel yang Terus Meningkat
Dalam laporan yang dirilis oleh Google dan Visa mengenai tren perjalanan di Asia Tenggara untuk tahun 2026, diperkirakan bahwa belanja digital untuk travel akan mengalami pertumbuhan sebesar 13,3 persen pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk perjalanan mulai melampaui pengeluaran untuk kebutuhan pokok, seperti makanan dan bahan bakar. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin berorientasi pada pengalaman daripada sekadar memenuhi kebutuhan dasar.
Perilaku Wisatawan yang Semakin Cermat
Kecenderungan wisatawan untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik juga semakin terlihat. Mereka lebih memilih untuk memesan tiket jauh-jauh hari, memilih waktu di luar musim ramai, dan mencari destinasi alternatif yang menawarkan nilai lebih. Dengan demikian, konsumen kini tidak hanya berfokus pada tujuan, tetapi juga pada pengalaman dan efisiensi biaya yang bisa didapatkan selama perjalanan.
Inovasi Kartu Kredit untuk Pengalaman yang Lebih Baik
Menanggapi tren ini, Visa telah menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri dan Marriott Bonvoy untuk meluncurkan kartu kredit Marriott Bonvoy® Mandiri. Kartu ini dirancang khusus untuk mengubah pengeluaran harian menjadi keuntungan yang dapat digunakan untuk perjalanan melalui sistem poin loyalitas. Dengan demikian, pemegang kartu dapat mengoptimalkan setiap transaksi yang mereka lakukan.
Keuntungan Bagi Pengguna Kartu
Kartu kredit ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi penggunanya. Pemegang kartu dapat mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan:
- Penginapan gratis di jaringan hotel Marriott International.
- Upgrade kamar untuk pengalaman menginap yang lebih nyaman.
- Pengalaman eksklusif di berbagai destinasi di seluruh dunia.
- Akses ke lounge bandara untuk kenyamanan selama perjalanan.
- Diskon dan penawaran khusus untuk berbagai layanan perjalanan.
Fasilitas tambahan ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengguna kartu, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para pelancong.
Perubahan dalam Gaya Hidup Masyarakat
Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, menyatakan bahwa saat ini perjalanan telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Ia mencatat bahwa perubahan perilaku ini menunjukkan adanya kebutuhan akan solusi pembayaran yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.
Integrasi antara Perbankan dan Pengalaman Pelanggan
Dari perspektif perbankan, Saptari, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, menilai bahwa nasabah kini lebih mengutamakan pengalaman dalam gaya hidup mereka. Kolaborasi antara Visa, Bank Mandiri, dan Marriott Bonvoy ini diharapkan dapat menghadirkan solusi yang terintegrasi, sejalan dengan kebutuhan digital yang berkembang pesat di masyarakat.
Memperluas Akses ke Pengalaman Global
Ramesh Daryanani, Vice President Marriott International untuk kawasan APEC, menambahkan bahwa kerja sama ini juga bertujuan untuk memperluas akses pelanggan terhadap pengalaman menginap di berbagai destinasi di seluruh dunia. Hal ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai tempat menarik.
Respons Positif dari Komunitas Perjalanan
Keberadaan kartu kredit ini juga mendapatkan respons positif dari para kreator konten perjalanan. Banyak yang menilai bahwa kartu ini memberikan kemudahan dan nilai tambah yang signifikan. Fitur-fitur seperti akses lounge, sistem pembayaran digital yang inovatif, dan pengumpulan poin menjadi daya tarik utama bagi mereka yang sering bepergian.
Tren Perjalanan yang Semakin Terencana
Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terencana dan selektif dalam memilih destinasi perjalanan. Solusi yang mampu mengubah pengeluaran menjadi pengalaman yang berharga akan semakin penting dalam mendukung gaya hidup travel yang terus berkembang ke depan. Perubahan ini mencerminkan betapa masyarakat kini lebih menghargai pengalaman yang didapatkan melalui perjalanan mereka.
Kesimpulan yang Mendorong Inovasi
Ketika menghadapi tren liburan low season 2026, strategi Visa dan Bank Mandiri dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen sangatlah penting. Dengan menciptakan produk yang relevan dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat, kedua institusi ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan nilai tambah bagi para pengguna. Inovasi dalam layanan perbankan dan kemudahan dalam perjalanan akan terus menjadi fokus utama, memberikan peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menjelajahi dunia tanpa batas.
➡️ Baca Juga: Usulan KDS Disetujui Menteri PU, Tiga Proyek Pengendali Banjir Segera Dibangun Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Fitur Dual Sensor Brake Support II: Memahami Fungsi dan Manfaatnya untuk Keselamatan Berkendara




