Pertumbuhan Energi Surya Dorong Energi Terbarukan Global Melebihi Energi Batubara pada 2025

Pertumbuhan energi terbarukan telah mencapai titik balik yang signifikan, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, sumber energi ini diperkirakan akan menghasilkan lebih banyak listrik dibandingkan dengan batu bara pada tahun 2025. Laporan terkini dari lembaga pemikir Inggris menunjukkan bahwa lonjakan penggunaan energi surya menjadi pendorong utama di balik perubahan besar ini. Hal ini menunjukkan bagaimana transisi menuju energi bersih tidak hanya menjadi kebutuhan lingkungan, tetapi juga menjadi realitas yang semakin mendekati kenyataan.
Transformasi Energi Global
Berdasarkan analisis yang dipublikasikan, pembangkit listrik dari sumber energi terbarukan, termasuk energi surya dan angin, diperkirakan akan menyuplai sekitar 10.730 terawatt-jam (TWh) listrik pada tahun 2025. Angka ini setara dengan hampir 34 persen dari total konsumsi listrik global, meningkat dari 32 persen pada tahun sebelumnya. Dengan tren ini, jelas bahwa dunia semakin beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Peran Pembatasan Energi Fosil
Sejumlah ilmuwan menekankan bahwa pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara sangat penting untuk mencapai target iklim global. Batu bara menghasilkan emisi karbon dioksida yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan gas alam, sehingga transisi menuju sumber energi yang lebih bersih menjadi langkah krusial untuk mitigasi perubahan iklim.
Perkembangan Energi Surya yang Pesat
Direktur pelaksana lembaga tersebut, Aditya Lolla, menegaskan bahwa kita telah memasuki fase baru yang disebut sebagai “era pertumbuhan bersih.” Menurutnya, pertumbuhan energi bersih kini cukup cepat untuk memenuhi peningkatan permintaan global terhadap listrik, sementara pembangkit listrik berbahan bakar fosil tetap stabil sebelum akhirnya mengalami penurunan yang tak terhindarkan.
Angka Pertumbuhan yang Mengesankan
Pertumbuhan sektor energi surya pada tahun 2025 mencatatkan angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni peningkatan sebesar 636 TWh, atau sekitar 30 persen. Lonjakan ini menunjukkan bahwa energi surya berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat di seluruh dunia.
Pergeseran Dinamika Energi di Tiongkok dan India
Dalam laporan tersebut, mencolok bahwa Tiongkok dan India, yang selama ini dikenal sebagai penyumbang terbesar emisi dari energi fosil, mencatatkan penurunan dalam produksi energi fosil. Ini menandakan perubahan kebijakan dan upaya untuk beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon.
Statistik Energi Global
Secara keseluruhan, kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara menunjukkan penurunan sebesar 0,6 persen, menyumbang 33 persen dari total produksi listrik global. Sementara itu, total pembangkit listrik berbahan bakar fosil mengalami penurunan lebih kecil, yakni 0,2 persen. Ini adalah langkah awal yang positif dalam transisi menuju energi yang lebih bersih.
Permintaan Listrik Global yang Meningkat
Secara keseluruhan, permintaan listrik global diperkirakan meningkat sebesar 2,8 persen, atau sekitar 849 TWh pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa, meskipun ada pergeseran menuju energi terbarukan, kebutuhan akan listrik tetap tinggi. Oleh karena itu, penting bagi sektor energi untuk beradaptasi dan mampu memenuhi permintaan ini dengan sumber yang lebih berkelanjutan.
Kesadaran dan Investasi dalam Energi Terbarukan
Kesadaran akan pentingnya energi terbarukan telah mendorong peningkatan investasi dalam sektor ini. Banyak negara mulai mengalokasikan anggaran untuk proyek-proyek energi surya, angin, dan sumber terbarukan lainnya. Beberapa manfaat dari investasi ini antara lain:
- Peningkatan lapangan kerja dalam sektor energi hijau.
- Pengurangan emisi karbon dan dampak perubahan iklim.
- Peningkatan ketahanan energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Inovasi teknologi yang berkelanjutan dan efisien.
- Pengembangan infrastruktur yang mendukung energi terbarukan.
Peluang dan Tantangan ke Depan
Meskipun transisi menuju energi terbarukan menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, masih ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, infrastruktur yang ada belum sepenuhnya mendukung integrasi energi terbarukan secara maksimal. Selain itu, masalah penyimpanan energi juga menjadi perhatian utama, mengingat energi surya dan angin bersifat intermiten.
Peran Kebijakan Energi
Pentingnya kebijakan pemerintah dalam mendukung transisi ini tidak dapat diabaikan. Kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan, seperti insentif pajak, subsidi, dan regulasi yang mendukung, dapat mempercepat pertumbuhan sektor ini. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, energi surya dapat menjadi pilar utama dalam sistem energi global yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Dengan perkembangan pesat energi surya dan kebangkitan energi terbarukan secara umum, masa depan energi global tampak semakin cerah. Masyarakat dunia kini memiliki peluang untuk beralih dari ketergantungan energi fosil menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Jika tren ini terus berlanjut, dunia dapat berharap untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: 84 Kloter Haji 2026 Berangkat dari Soetta, Fokus di Terminal 2F untuk Efisiensi
➡️ Baca Juga: Proyeksi OJK: Tujuan Capai Kapitalisasi Pasar BEI Rp 25.000 Triliun dan Kenaikan Investor 30 Juta SID di 2031



