Pemkot Mataram Usulkan Solusi Penerapan Aturan Lahan Baku Sawah Sebesar 87 Persen

Pemerintah Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah mengajukan solusi terkait penerapan peraturan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mengharuskan setiap kabupaten dan kota untuk mempertahankan lahan baku sawah (LBS) sebesar 87 persen dari total luas wilayah mereka. Kebijakan ini dinilai cukup menantang, terutama bagi daerah dengan luas lahan terbatas seperti Mataram.
Kendala dalam Penerapan Aturan Lahan Baku Sawah
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengungkapkan bahwa kebijakan ini, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, dapat menjadi beban berat bagi kota-kota dengan luas wilayah yang terbatas. Dia menekankan bahwa target pemerintah pusat yang menetapkan angka 87 persen sangat tidak realistis jika dibandingkan dengan kondisi lahan di Mataram saat ini.
Menurut Lale, persentase LBS saat ini di Kota Mataram hanya sekitar 24 persen. Dengan kondisi tersebut, sangat jelas bahwa pencapaian target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat akan sangat sulit dilakukan.
Komponen Lahan Baku Sawah
Aturan mengenai LBS sebesar 87 persen mencakup dua komponen utama, yaitu lahan sawah yang dilindungi (LSD) dan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B). Mataram, yang memiliki keterbatasan lahan, jelas menghadapi tantangan yang tidak sedikit dalam memenuhi ketentuan ini.
Usulan Solusi Regional
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkot Mataram mengusulkan agar ada pendekatan regional dengan sistem berbagi (sharing) yang melibatkan kabupaten-kabupaten penyangga yang memiliki lahan lebih luas. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator dalam pemenuhan usulan tersebut.
Lale menyatakan harapan agar target 87 persen tidak ditetapkan secara individual untuk setiap kabupaten/kota, tetapi dihitung secara kolektif per provinsi. Dengan cara ini, pengembangan di kota-kota tidak akan terhambat dan dapat berjalan dengan lebih baik.
Insentif dari Pemerintah Pusat
Lebih lanjut, Lale mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sedang mempersiapkan insentif bagi kabupaten yang bersedia mempertahankan lahan sawah yang lebih luas. Insentif ini bisa berupa subsidi pupuk atau bantuan pertanian yang lebih besar dari dana pusat, sebagai imbal balik bagi daerah yang mengorbankan potensi investasinya demi mendukung ketahanan pangan.
Dampak Ketidaksesuaian Regulasi
Namun, ketidaksesuaian antara regulasi pusat dengan kondisi di lapangan dapat mengakibatkan stagnasi dalam proses pembangunan di Mataram. Beberapa efek negatif yang muncul termasuk terhambatnya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), karena persetujuan dari pemerintah pusat tidak dapat dikeluarkan selagi persentase LBS belum terpenuhi.
Saat ini, Pemkot Mataram masih menunggu hasil revisi Peraturan Daerah (Perda) RTRW di tingkat provinsi sebagai langkah awal untuk mengatasi berbagai hambatan pembangunan yang ada.
Ketidakpastian Investasi
Situasi ini tentu saja berdampak pada ketidakpastian investasi dari pihak swasta. Banyak investor yang ingin berinvestasi di sektor jasa, perhotelan, dan pemukiman merasa bingung karena izin pemanfaatan ruang yang tidak kunjung jelas. Hal ini menambah tantangan bagi Mataram untuk menarik minat investasi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pengaturan yang lebih fleksibel dan solusi berbasis kolaborasi antar daerah, diharapkan Pemkot Mataram dapat menemukan jalan keluar yang efektif untuk memenuhi target lahan baku sawah yang ditetapkan tanpa mengorbankan perkembangan kota.
Melalui pendekatan yang lebih inklusif dan kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten lainnya, Mataram bisa mempertahankan lahan baku sawah yang ada sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan dalam menerapkan aturan lahan baku sawah ini sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan di masa depan, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan lahan pertanian dan pembangunan kota.
➡️ Baca Juga: Bocoran iPhone Fold 2026: Spesifikasi dan Harga Mengejutkan yang Perlu Anda Tahu
➡️ Baca Juga: 4 Sepatu Nyaman dan Tahan Lama untuk Aktivitas Sehari-hari yang Wajib Dimiliki



