Bandung: Pengrajin lontong jumbo khas Banjaran, Kabupaten Bandung, kebanjiran pesanan pada momentum Lebaran 2026. Kuliner khas ini menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat saat perayaan Idulfitri.<br />
<br />
Disebut lontong jumbo karena ukurannya yang jauh lebih besar dari lontong pada umumnya, dengan berat mencapai sekitar 6 kilogram. Selain ukurannya, keunikan lain terletak pada proses pembuatannya yang tanpa bahan kimia, namun mampu bertahan hingga enam hari tanpa disimpan di lemari pendingin.<br />
<br />
Ketahanan tersebut diperoleh dari proses memasak yang masih menggunakan cara tradisional. Lontong direbus dalam waktu lama sehingga menghasilkan tekstur yang padat dan tidak mudah basi.<br />
<br />
Pengrajin lontong jumbo, Agus Takur, mengatakan proses perebusan bisa memakan waktu hingga 24 jam. “Proses pembuatannya ini rebusannya 24 jam. Tidak pakai pengawet, hanya beras pilihan. Kadang bisa sampai 26 jam agar tahan hingga beberapa hari,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: iPhone 17e Diprediksi Hadir! Apple Siapkan Model Terjangkau dengan Teknologi Terbaru
➡️ Baca Juga: Islandia Bidik Jadi Anggota UE, Referendum Digelar Agustus 2026