UGM Raih Peringkat 1 Indonesia dan Masuk 45 Besar Dunia Bidang Agama QS WUR 2026

Jakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mencatatkan pencapaian luar biasa dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026. Dalam bidang Theology, Divinity and Religious Studies, UGM berhasil menembus peringkat 45 dunia, mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di rentang 51-100. Prestasi ini menempatkan UGM sebagai universitas terbaik di Indonesia, diikuti oleh Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang yang masing-masing berada di posisi 101-150 dunia. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen UGM dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik serta reputasi globalnya, di tengah persaingan yang semakin ketat di tingkat domestik maupun internasional.
Pencapaian yang Membanggakan
Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan menjadi pemicu semangat untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di UGM. “Capaian ini sangat menggembirakan dan memberikan motivasi untuk kita semua agar bisa berinovasi lebih baik lagi di masa mendatang,” ujarnya saat diwawancarai. Pencapaian ini juga menggarisbawahi kepercayaan global terhadap UGM sebagai institusi pendidikan yang berstandar internasional.
Strategi dan Pendekatan Interdisipliner
Siti menambahkan bahwa pendekatan interdisipliner yang menjadi ciri khas Sekolah Pascasarjana UGM berperan penting dalam memperkuat daya saing dalam pemeringkatan global. Berbagai program studi dikembangkan secara lintas disiplin, melibatkan dosen dari berbagai fakultas, serta menjalin kerja sama dengan mitra baik di dalam maupun luar negeri. Kontribusi signifikan terhadap bidang Theology, Divinity and Religious Studies dihasilkan dari:
- Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya (ALB)
- Doktor Inter-Religious Studies (IRS)
- Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal
Ketiga program studi ini secara konsisten mengembangkan kolaborasi akademik dan penelitian, menjadi fondasi utama dalam memperkuat reputasi akademik UGM di kancah global.
Indikator Peningkatan Kualitas
Peningkatan peringkat UGM ke posisi 45 dunia mencerminkan kemajuan signifikan dalam beberapa indikator kunci. Dalam hal ini, indikator berbasis penelitian menunjukkan perkembangan yang mencolok:
- Nilai sitasi per makalah meningkat dari 82 menjadi 83,3
- H-Indeks meloncat dari 51 ke 77,5
- Reputasi akademik meraih skor 67,6
- Reputasi lulusan mencapai skor 66,9
Perkembangan ini menunjukkan bahwa tidak hanya volume penelitian yang meningkat, tetapi juga pengakuan internasional terhadap kualitas institusi dan program studi UGM semakin kuat.
Peran Program Studi Inter-Religious Studies
Drs. Agus Wahyudi, M.Si., M.A., Ph.D., Kepala Program Studi IRS UGM, mengungkapkan bahwa keberhasilan tetap berada di jajaran 100 besar dunia ini merupakan hasil dari kombinasi penguatan indikator reputasi akademik dan produktivitas riset. Program Studi Inter-Religious Studies (IRS) UGM dikenal sebagai pusat studi terkemuka dalam kajian lintas agama di kawasan Global South. Keunggulan ini didukung oleh pendekatan dialogis dan kontekstual yang relevan dengan isu-isu global seperti:
- Polarisasi politik
- Kebebasan beragama
- Inklusi digital
- Isu lingkungan
Relevansi kajian ini menjadikan IRS sebagai salah satu program studi yang paling dicari, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Produktivitas Riset yang Meningkat
Agus menambahkan bahwa banyak publikasi yang dihasilkan oleh dosen IRS telah diterbitkan di jurnal bereputasi dan telah mendapatkan sitasi yang luas. Publikasi ini sering kali berfokus pada tema yang berkaitan dengan isu-isu global, seperti agama, demokrasi, dan perdamaian. Ini menunjukkan bahwa riset yang dilakukan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pemikiran dan praktik di seluruh dunia.
Kolaborasi yang Kuat
Upaya UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara fakultas dan lembaga internasional. Sekolah Pascasarjana UGM, misalnya, aktif menjalin kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian di luar negeri. Kolaborasi ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperluas jaringan penelitian yang dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Meningkatkan Kepercayaan Global
Keberhasilan UGM dalam pemeringkatan QS WUR 2026 tidak hanya mencerminkan kualitas akademik yang tinggi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi ini. Dengan menjadi peringkat 1 di Indonesia dalam bidang agama, UGM menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat global, yang pada gilirannya akan mendorong lebih banyak siswa dan peneliti untuk bergabung dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di UGM.
Perspektif ke Depan
Melihat ke depan, UGM berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran dan penelitian. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta memperkuat program-program yang berbasis riset. UGM juga berencana untuk memperluas kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, guna meningkatkan reputasi akademik dan menarik lebih banyak perhatian di kancah global.
Kesimpulan
Pencapaian UGM sebagai peringkat 1 di Indonesia dan 45 besar dunia dalam bidang agama menunjukkan komitmen dan dedikasi yang kuat dalam menjaga kualitas pendidikan. Dengan pendekatan interdisipliner, kolaborasi yang kuat, dan fokus pada penelitian berkualitas, UGM siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan terus mengukir prestasi yang membanggakan.
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Efisien untuk Mengurangi Biaya Operasional Secara Optimal
➡️ Baca Juga: Sasa Santan Hadirkan 1.447 Porsi Opor, Sukses Cetak Prestasi MURI dan Sajikan untuk Masyarakat




