Baznas RI Salurkan 5 Kg Zakat Fitrah Beras untuk Difabel dan Duafa di Cengkareng

Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, di mana berbagai bentuk kepedulian sosial ditunjukkan melalui pemberian zakat fitrah. Salah satu lembaga yang aktif dalam menyalurkan zakat fitrah beras adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Pada kesempatan ini, Baznas menyalurkan paket beras seberat 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan duafa di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Melalui langkah ini, Baznas berkomitmen untuk memenuhi hak para mustahik, terutama pada bulan suci yang penuh makna ini.
Komitmen Baznas dalam Penyaluran Zakat Fitrah
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Sekretaris Utama Baznas RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa penyaluran zakat fitrah ini merupakan wujud nyata tanggung jawab lembaga untuk memastikan semua pihak yang berhak mendapatkan haknya selama bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat penting untuk mendukung kelompok rentan dalam masyarakat, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
“Kami sangat serius dalam mengelola amanah dari para muzaki, dan kami prioritaskan penyaluran zakat fitrah kepada mereka yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita yang penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk berbagi kebahagiaan di bulan yang suci ini,” ujar Subhan.
Menciptakan Kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri
Subhan juga menambahkan bahwa Baznas bertekad untuk memastikan bahwa pada hari raya Idul Fitri, tidak ada satu pun keluarga yang merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Hal ini menunjukkan keinginan Baznas untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kerja Sama dengan MI Daarusshofa
Penyaluran zakat fitrah beras kali ini dilakukan dalam kolaborasi dengan MI Daarusshofa, yang berlokasi di Rumah Belajar Winsar. Tempat ini menjadi titik berkumpul bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah tersebut. Melalui kerja sama ini, Baznas tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menciptakan ruang untuk interaksi sosial yang positif.
Suara Komunitas: Harapan dan Terima Kasih
Kepala Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran Baznas. Sebagai seorang ibu yang membesarkan dua anak dengan disabilitas di tengah lingkungan yang sering menghadapi banjir, Dwi merasakan langsung manfaat dari bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Baznas. Selama bertahun-tahun, saya merasa berjuang sendirian untuk mencari dukungan bagi anak-anak disabilitas saya. Kehadiran Baznas memberikan harapan baru. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi bantuan yang benar-benar dirasakan oleh kami,” ungkapnya.
Bantuan Tepat Waktu di Tengah Kesulitan Ekonomi
Dwi juga menambahkan bahwa bantuan beras ini datang pada saat yang sangat tepat, terutama mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil setelah mengalami dua kali banjir dalam waktu sebulan terakhir. Banyak warga di Cengkareng yang bekerja sebagai pemulung dan buruh, sehingga untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti membeli beras, menjadi tantangan tersendiri.
- Pekerja pemulung dan buruh yang sangat bergantung pada pendapatan harian.
- Kondisi ekonomi yang terpuruk akibat banjir.
- Bantuan beras yang disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
- 80 paket beras yang tepat sasaran.
- Peran Baznas yang vital dalam mendukung kelompok rentan.
Pentingnya Zakat Fitrah Beras dalam Kehidupan Sehari-hari
Winarni, salah satu penerima manfaat lainnya, juga menyampaikan pandangannya. Ia adalah seorang ibu dari anak yang memiliki disabilitas intelektual. Baginya, penyaluran zakat fitrah beras ini sangat membantu meringankan beban keluarganya yang berada dalam kondisi prasejahtera.
“Keluarga kami hidup di bawah garis kemiskinan. Beras adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Dengan bantuan dari Baznas, kami sangat bersyukur. Semoga program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, karena sangat berarti bagi kehidupan kami,” ungkap Winarni penuh haru.
Peran Zakat Fitrah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial
Inisiatif Baznas dalam menyalurkan zakat fitrah beras tidak hanya sekedar memberikan bantuan materi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di masyarakat. Dalam konteks Ramadhan, zakat fitrah beras menjadi simbol solidaritas dan kepedulian antar sesama, terutama bagi mereka yang kurang beruntung.
Melalui program ini, Baznas berupaya untuk menciptakan rasa kebersamaan dan saling mendukung dalam masyarakat, mengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama pada momen-momen penting seperti Idul Fitri. Dengan demikian, penyaluran zakat fitrah beras menjadi salah satu bentuk realisasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam ajaran agama.
Kesimpulan
Penyaluran zakat fitrah beras oleh Baznas di Cengkareng merupakan contoh nyata bagaimana lembaga amil zakat dapat berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Dengan pendekatan yang humanis dan berfokus pada kelompok rentan, Baznas tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memberikan harapan dan kebahagiaan di tengah kondisi yang sulit. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
➡️ Baca Juga: Promo Lebaran 2026 di Matahari Department Store: Beli 1 Gratis 1 Baju Anak, Buruan Sebelum Kehabisan!
➡️ Baca Juga: 5 Film Ikonik Paul Thomas Anderson yang Memimpin Perburuan Oscar 2026



