Kendala di Tol? Hubungi 133 untuk Solusi Darurat yang Cepat dan Efektif

Dalam perjalanan di jalan tol, situasi darurat bisa terjadi kapan saja. Untuk mengatasi kendala di tol tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah meluncurkan nomor Call Center baru, yaitu 133. Ini adalah inisiatif yang bertujuan untuk mempermudah pengguna jalan dalam mengakses layanan bantuan yang diperlukan dengan cepat.
Mengapa Nomor 133 Penting untuk Pengguna Jalan Tol?
Nomor 133 dirancang untuk memberi kemudahan saat Anda menghadapi kendala di tol. Dengan mengingat satu nomor, Anda tidak perlu lagi panik atau bingung mencari kontak layanan bantuan. Ini adalah langkah strategis untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengguna jalan.
“Dengan adanya kode akses 133, pengguna jalan yang mengalami masalah darurat dapat segera terhubung dengan layanan bantuan. Nomor ini lebih mudah diingat karena terdiri dari tiga digit yang unik,” jelas Rivan A Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga, dalam pernyataannya.
Akses yang Lebih Responsif
Pemberian nomor tiga digit seperti 133 tidak hanya memudahkan pengguna untuk mengingat, tetapi juga meningkatkan responsivitas layanan. Pengguna dapat dengan cepat melaporkan kejadian darurat atau meminta bantuan kepada petugas yang ada di lapangan.
Peningkatan Volume Lalu Lintas di Jalan Tol
Jasa Marga, melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara), mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas di lima ruas tol regional pada periode menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Data menunjukkan peningkatan signifikan dari H-10 hingga H-4, yang berlangsung antara 11 hingga 17 Maret 2026.
- Total volume lalu lintas yang tercatat mencapai 1.311.659 kendaraan.
- Ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,85 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang mencapai 1.275.366 kendaraan.
Detail Volume Lalu Lintas di Ruas Tol
Rincian mengenai volume lalu lintas di lima ruas tol regional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H adalah sebagai berikut:
- Ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa: 586.770 kendaraan, meningkat 1,66 persen dari volume normal 577.165 kendaraan.
- Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi: 116.878 kendaraan, meningkat 10,27 persen dari 105.991 kendaraan.
- Ruas Tol Balikpapan–Samarinda: 83.158 kendaraan, meningkat 13,17 persen dari 73.479 kendaraan.
- Ruas Tol Manado–Bitung: 52.024 kendaraan, meningkat 13,06 persen dari 46.015 kendaraan.
Rincian Lalu Lintas di Ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa
Dalam analisis lebih mendalam, tercatat bahwa 151.890 kendaraan meninggalkan Kota Medan melalui Gerbang Tol (GT) Amplas. Ini menunjukkan peningkatan 6,55 persen dari volume lalu lintas normal yang hanya mencapai 142.554 kendaraan.
Pergerakan Kendaraan Menuju dan dari Kota Medan
Berdasarkan data yang ada, sebanyak 138.751 kendaraan menuju Kota Medan melalui GT Amplas, dengan kenaikan 2,66 persen dibandingkan dengan angka normal 135.161 kendaraan. Hal ini menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan menjelang hari besar.
Data Lalu Lintas dari Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi
Di ruas tol ini, tercatat 37.504 kendaraan yang masuk dari GT Kualanamu, berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka ini mencerminkan kenaikan 13,52 persen dibandingkan dengan volume normal yang hanya 33.037 kendaraan.
Pergerakan Menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu
Selain itu, sebanyak 40.126 kendaraan yang terdata menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT Kualanamu, mengalami peningkatan 13,38 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang hanya 35.390 kendaraan.
Peningkatan Volume Lalu Lintas di Ruas Tol Balikpapan–Samarinda
Ruas Tol Balikpapan–Samarinda juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan total 83.158 kendaraan, meningkat 13,17 persen dari volume lalu lintas normal yang tercatat 73.479 kendaraan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam melakukan perjalanan, terutama menjelang hari-hari besar.
Peningkatan di Ruas Tol Manado–Bitung
Ruas Tol Manado–Bitung juga tidak kalah, dengan volume lalu lintas mencapai 52.024 kendaraan, yang meningkat 13,06 persen dibandingkan dengan jumlah normal 46.015 kendaraan. Kenaikan ini menunjukkan mobilitas tinggi di area tersebut, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Dengan adanya layanan Call Center 133, diharapkan setiap pengguna jalan tol dapat merasa lebih aman dan cepat mendapatkan bantuan saat mengalami kendala di tol. Layanan ini adalah langkah maju dalam meningkatkan kualitas keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan tol di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Pasar Tanah Abang Tutup Selama Libur Lebaran dari 20 hingga 26 Maret 2026
➡️ Baca Juga: Program 3 Juta Rumah: Komitmen Prabowo untuk Sediakan Hunian Layak bagi Masyarakat Rendah




