Cahya Supriadi Debut di Timnas Senior, Siap Belajar dari Emil Audero dan Maarten Paes

Kiper muda berbakat dari PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, telah resmi dipanggil oleh pelatih John Herdman untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Pemanggilan ini tentunya menjadi momen yang sangat berarti bagi Cahya, karena ia akan melakukan debutnya bersama skuad senior Garuda, yang merupakan langkah besar dalam perjalanan kariernya.
Perpaduan Pengalaman dan Energi Muda
Keputusan pelatih John Herdman untuk menyusun daftar 24 pemain ini tidak hanya sekadar memilih pemain, tetapi juga mencerminkan strategi baru bagi Timnas Indonesia. Dengan memadukan pengalaman pemain senior dan semangat generasi muda, Herdman berupaya mempersiapkan tim untuk bersaing di level internasional.
Debut Bersama Skuad Garuda Senior
Kehadiran Cahya Supriadi dan Dony Tri Pamungkas dalam skuad ini mencerminkan harapan besar untuk generasi muda yang kini mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas senior. Dony, yang menunjukkan performa konsisten bersama Persija Jakarta, telah berhasil menjadikan dirinya sebagai pilihan utama di posisi bek kiri.
Konsistensi dan ketenangan Dony dalam bermain menjadikannya mampu bersaing dengan pemain yang lebih berpengalaman. Di sisi lain, Cahya Supriadi kini mengambil posisi sebagai penjaga gawang dalam timnas senior setelah sebelumnya menampilkan bakatnya di level kelompok usia.
Kesempatan Belajar dari Para Senior
Bagi Cahya, kesempatan ini lebih dari sekadar tampil di lapangan. Ia melihatnya sebagai peluang emas untuk belajar dan berkembang. Menyadari pentingnya pengalaman, ia merasa beruntung dapat berlatih serta bermain bersama penjaga gawang senior seperti Emil Audero dan Maarten Paes.
“Saya sangat bersyukur dan bangga atas pemanggilan ini. Dalam persiapan, saya telah melakukan beberapa sesi dengan pelatih untuk mengevaluasi performa pribadi dan mencari tahu aspek mana yang masih perlu diperbaiki,” kata Cahya Supriadi.
Dia menegaskan niatnya untuk memanfaatkan momen ini sebaik mungkin demi menambah pengetahuan dan pengalaman. Selain aspek teknis, Cahya juga menyadari pentingnya kesiapan mental saat berlatih dengan para pemain berpengalaman.
“Ini adalah modal berharga bagi saya untuk belajar dari para ahli di Timnas,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Klub
Pihak manajemen PSIM Yogyakarta memberikan sambutan positif terhadap pemanggilan Cahya Supriadi ke timnas. Mereka melihat hal ini sebagai langkah signifikan dalam perkembangan karier pemain muda tersebut.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menegaskan bahwa klub mendukung penuh Cahya selama mengikuti pemusatan latihan. “Kami merasa sangat senang mendengar bahwa Cahya terpilih dalam skuad final Timnas Senior. Harapan kami adalah pemanggilan ini menjadi kesempatan bagi Cahya untuk banyak belajar dari para pemain senior di sana,” ungkap Razzi.
Dia juga memastikan bahwa ketidakhadiran Cahya dalam latihan klub tidak akan menjadi masalah, mengingat jadwal tersebut bertepatan dengan agenda resmi FIFA.
Persiapan untuk FIFA Series 2026
Cahya Supriadi dan Dony Tri Pamungkas kini telah bergabung dan menjalani latihan dengan Timnas Indonesia untuk mempersiapkan FIFA Series 2026. Dalam ajang ini, Indonesia dijadwalkan untuk menghadapi dua pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pada laga pembuka, skuad Garuda akan melawan timnas St Kitts and Nevis pada Jumat malam, 27 Maret 2026. Di pertandingan kedua, Indonesia akan berhadapan dengan timnas Bulgaria atau Kepulauan Solomon pada Senin sore, 30 Maret 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai pemanggilan pemain dan jadwal pertandingan FIFA Series 2026 telah disampaikan melalui pernyataan resmi PSSI yang dirilis pada Rabu, 25 Maret 2026.
➡️ Baca Juga: Elnusa Petrofin Tingkatkan Operasional untuk Persiapan Hari Raya yang Optimal
➡️ Baca Juga: Berita Terpopuler: Dampak Makan Daging pada Kolesterol dan Penyesuaian AirAsia




