slot depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

BRIN Resmi Menambah Lima Profesor Riset Baru untuk Tingkatkan Kualitas Penelitian

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah resmi mengukuhkan lima profesor riset baru dalam sebuah sidang terbuka yang berlangsung di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, pada Selasa, 31 Maret 2026. Kelima profesor ini akan mempersembahkan hasil riset unggulan mereka yang diharapkan dapat memberikan solusi untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan penambahan profesor riset baru, BRIN menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penelitian di tanah air.

Memperkenalkan Lima Profesor Riset Baru

Kelima profesor riset baru yang dikukuhkan oleh BRIN adalah:

  • Mu’man Nuryana – Perencanaan dan Kebijakan Sosial
  • Robet Asnawi – Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
  • Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho – Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Geoinformatika
  • Taslim Arifin – Daya Dukung Ekologi Pesisir
  • Aprijanto – Teknologi Adaptif Kawasan Pesisir dan Pelabuhan

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para professor untuk membagikan temuan-temuan riset mereka yang relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Model Orkestrasi Ekosistem oleh Mu’man Nuryana

Mu’man Nuryana, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, memberikan orasi pertama dengan menekankan pentingnya transformasi dalam tata kelola kesejahteraan sosial. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan Model Orkestrasi Ekosistem, sebuah kerangka inovatif yang bertujuan untuk menyinergikan berbagai aktor, pengetahuan, dan pembelajaran kebijakan secara inklusif dan adaptif. Model ini menempatkan komunitas sebagai produsen kesejahteraan, sementara negara berfungsi sebagai pemungkin dalam mengatasi berbagai fragmentasi dalam kebijakan dan layanan sosial.

“Melalui pendekatan ini, kita bisa mengarahkan transformasi kebijakan sosial yang berbasiskan kolaborasi, nilai-nilai lokal, dan keadilan sosial di Indonesia,” ungkap Mu’man dalam keterangan tertulisnya.

Transformasi Agribisnis oleh Robet Asnawi

Selanjutnya, Robet Asnawi memfokuskan pembahasannya pada inovasi di sektor pertanian yang berbasis pada ekonomi sirkuler. Ia menjelaskan pengembangan sistem tanam double row pada ubi kayu yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas lebih dari 100%. Selain itu, pendekatan pemanfaatan biomassa yang diusulkannya meningkatkan produktivitas hingga 17,26% dan memberikan dampak positif pada pendapatan petani sebesar 48,43%.

Robet juga menyoroti pentingnya penetapan harga dasar ubi kayu yang transparan dan penguatan kemitraan antara petani dan industri untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok. Menurutnya, untuk mencapai transformasi agribisnis yang terpadu dari hulu hingga hilir, diperlukan kolaborasi yang efektif antara petani dan industri.

Pentingnya Indeks Daya Dukung Ekologi oleh Taslim Arifin

Di bidang ekologi pesisir, Taslim Arifin menekankan perlunya penguatan daya dukung ekologi melalui pengembangan Indeks Daya Dukung Ekologi (IDDE). Instrumen ini berfungsi untuk mengukur kapasitas ekosistem dalam mendukung aktivitas manusia tanpa mengorbankan fungsi ekologis yang ada. Dalam pembahasannya, ia juga menyoroti nilai ekonomi terumbu karang yang sangat signifikan, baik dari sektor pariwisata, perikanan, maupun perlindungan pantai.

“IDDE memiliki peran kunci dalam mengurangi laju degradasi terumbu karang dan meningkatkan nilai ekologisnya, sehingga memperkuat basis ilmiah untuk tata kelola ruang laut yang mendukung ekonomi biru,” jelas Taslim.

Inovasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho

Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho memaparkan kontribusinya dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan pendekatan sistem sosio-teknis. Ia mengembangkan model pengelolaan DAS mikro partisipatif serta teknik konservasi tanah dan air yang berbasis lokal. Selain itu, berbagai instrumen monitoring seperti ATHUS, ModATHUS, WaterQ, dan SI PUBER juga diperkenalkan untuk mendukung perencanaan berbasis data dan sistem peringatan dini bencana.

Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan pengelolaan DAS yang lebih adaptif dan inklusif, sehingga dapat menjawab tantangan yang ada di lapangan.

Tantangan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan oleh Aprijanto

Profesor Aprijanto membahas tantangan yang dihadapi oleh kawasan pesisir dan pelabuhan akibat perubahan iklim, kenaikan muka laut, dan penurunan tanah. Dalam risetnya, ia mengembangkan teknologi adaptif berbasis hidrodinamika yang mencakup pemodelan arus, gelombang, banjir rob, serta sedimentasi. Pendekatan ini juga mengintegrasikan kecerdasan buatan dan data spasial untuk mendukung sistem peringatan dini dan pengembangan konsep Smart dan Green Port.

Aprijanto menjelaskan bahwa dengan menggunakan pendekatan seperti Technology Readiness Level (TRL), Socio Technical System (STS), dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), riset yang dilakukan bisa lebih mudah diterapkan dalam kebijakan yang berkelanjutan dan adaptif bagi pengelolaan pesisir.

Peran Strategis BRIN dalam Penelitian dan Pembangunan

Sidang terbuka yang diadakan oleh BRIN ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghasilkan riset unggulan yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan nasional. Dengan adanya profesor riset baru, BRIN berharap dapat memperkuat kolaborasi antara dunia penelitian dan praktisi di lapangan.

BRIN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian yang dihasilkan dengan mengedepankan aspek keberlanjutan. Penelitian yang dilakukan oleh kelima profesor riset baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam berbagai bidang, mulai dari kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, hingga pengelolaan sumber daya alam dan pesisir.

Dengan dukungan yang kuat dari BRIN, diharapkan penelitian yang dihasilkan dapat menjadi pendorong bagi inovasi dan kemajuan di Indonesia, serta menjawab tantangan yang dihadapi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: iPhone 17e Diprediksi Hadir! Apple Siapkan Model Terjangkau dengan Teknologi Terbaru

➡️ Baca Juga: Bursa Kripto CFX Ungkap Lonjakan Transaksi Februari: Transparansi Data Dorong Kepercayaan Investor

Related Articles

Back to top button