Ribuan Umat Memenuhi Istiqlal Bersama Kehadiran Wapres dan Keluarga

Jakarta – Dalam suasana yang penuh khidmat, ribuan umat berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk merayakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu yang lalu. Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta keluarganya menjadi salah satu momen istimewa dalam kegiatan keagamaan tersebut, menambah semarak acara yang dipenuhi dengan rasa syukur dan kebersamaan.
Kehadiran Pejabat dan Umat di Masjid Istiqlal
Sejak pukul 06.00 WIB, umat Muslim mulai memadati Masjid Istiqlal, menandakan antusiasme yang tinggi untuk melaksanakan ibadah shalat. Di antara mereka, sejumlah pejabat negara dan anggota Kabinet Merah Putih juga hadir, seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Agraria serta Tata Ruang Nusron Wahid. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 06.26, turut meramaikan suasana pagi yang penuh berkah ini.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki masjid bersama rombongan, menunjukkan bahwa perayaan Idul Fitri bukan hanya momen spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama umat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang juga hadir dalam Shalat Idul Fitri ini, mengungkapkan pentingnya menjalani hidup yang harmonis dengan alam, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Pentingnya Relasi dengan Lingkungan
Menurut Raja Juli, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan yang baik tidak hanya dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga dengan lingkungan sekitar. Hal ini mencerminkan ajaran agama yang menekankan pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan.
Ketua MPR, Muzani, yang turut serta dalam Shalat Id, menyampaikan harapannya agar bangsa Indonesia senantiasa mendapatkan perlindungan dan kekuatan. “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua sebagai bangsa Indonesia mendapatkan perlindungan, kekuatan, dan terus menjaga persatuan dan persaudaraan di antara kita,” ujarnya dengan penuh harapan.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Istiqlal
Shalat Idul Fitri kali ini dipimpin oleh Imam I KH Ahmad Husni Ismail dan Imam II Ahmad Rofiuddin Mahfuzh, dengan bilal I, yakni Harmoko, dan bilal II Ahmad Achwani. Pelaksanaan ibadah ini berlangsung dengan khusyuk, menggambarkan kedalaman makna dari perayaan Idul Fitri sebagai bentuk syukur atas segala nikmat yang diberikan.
Khotbah yang Menginspirasi
Khatib pada Shalat Id, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, menyampaikan tema khutbah yang mengangkat topik “Kemenangan Idulfitri: Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”. Dalam khutbahnya, ia mengajak semua jemaah untuk merenungkan makna kemenangan yang sejati, yaitu kemenangan atas diri sendiri dan keinginan untuk terus berbuat baik.
Penetapan Hari Raya Idul Fitri
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini dilakukan setelah mengadakan sidang isbat yang melibatkan hasil rukyatul hilal dari Tim Hisab Rukyat Kemenag RI.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers menyatakan, “Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal yang terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.” Keputusan ini diambil setelah melakukan pengamatan di seluruh wilayah Indonesia, yang menunjukkan bahwa tinggi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Kegiatan Shalat Idul Fitri di Bandung
Sementara itu, di Bandung, ribuan warga juga mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung di Balai Kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan mengajak semua jemaah untuk merenungkan pentingnya menjaga hati serta memperkuat niat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Syukur dan Niat Baik
“Kita bersyukur di pagi hari ini bisa menghirup udara dengan penuh rasa syukur. Kita memandang sekeliling dengan penuh rasa kagum atas karunia dan rahmat serta berkah dari Allah SWT,” ujar Farhan sebelum pelaksanaan shalat. Pernyataan ini menekankan bahwa syukur dan niat baik merupakan pondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat Idul Fitri yang mengedepankan kebersamaan, harapan, dan kebaikan, kedua momen ini menunjukkan bahwa Masjid Istiqlal dan tempat-tempat ibadah lainnya menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar umat. Dalam suasana yang penuh kedamaian ini, umat Muslim di seluruh Indonesia kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan lingkungan sekitar.
Melalui perayaan ini, umat diajak untuk tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Islam. Semoga perayaan Idul Fitri kali ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Pemusnahan Minuman Keras Jelang Lebaran untuk Keamanan dan Kesehatan Masyarakat
➡️ Baca Juga: Cinta Quran Foundation Laksanakan RUPW 2026: Inisiasi Gerakan Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna


