Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini membuka Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 7 April. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan perlunya transformasi metode pembelajaran Pancasila agar tidak sekadar menjadi hafalan, melainkan suatu pendekatan yang lebih dinamis dan interaktif.
Pentingnya Pembelajaran Pancasila yang Relevan
Pramono Anung menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang cenderung dogmatis harus ditinggalkan. Menurutnya, pembelajaran Pancasila perlu disajikan sebagai wadah diskusi yang hidup, relevan, dan terhubung dengan realitas sehari-hari yang dihadapi oleh para siswa.
Kegiatan ini diorganisir oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan, bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Agenda ini merupakan langkah konkret sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 mengenai Standar Nasional Pendidikan.
Pendidikan Pancasila sebagai Mata Pelajaran Wajib
Dalam regulasi tersebut, pembelajaran Pancasila diatur sebagai mata pelajaran wajib yang harus diajarkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA/MAK).
Pramono Anung menggarisbawahi tiga poin utama yang harus diperhatikan oleh para pendidik dalam memperkuat pembelajaran Pancasila. Yang pertama adalah menghadirkan Pancasila dalam suasana diskusi yang aktif di dalam kelas.
Aktivitas Diskusi yang Hidup di Kelas
“Pancasila harus menjadi bagian dari diskusi yang hidup di kelas. Pembelajaran tidak boleh bersifat dogmatis,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa mengaitkan materi pembelajaran dengan isu-isu terkini akan membuat nilai Pancasila terasa lebih relevan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadikan Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan
Poin kedua yang disampaikan oleh Pramono adalah perlunya menyajikan pembelajaran Pancasila dalam cara yang menyenangkan dan bermakna. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus dipahami secara mendalam.
“Nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan. Yang terpenting adalah menyampaikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, seperti sikap jujur, disiplin, saling menghargai, dan kepedulian,” ujar Pramono.
Pentingnya Keterlibatan Semua Elemen
Poin ketiga yang ditekankan adalah pentingnya keterlibatan berbagai elemen di luar sekolah. Pramono menegaskan bahwa penguatan nilai Pancasila tidak hanya bisa menjadi tanggung jawab institusi pendidikan semata.
Menurutnya, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sosial harus terlibat dalam ekosistem pembelajaran ini. Integrasi ini dianggap penting agar nilai-nilai Pancasila bisa benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari.
- Keluarga sebagai pendukung utama pendidikan karakter.
- Masyarakat sebagai ruang belajar yang luas.
- Institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Lingkungan sosial yang mendukung implementasi nilai-nilai Pancasila.
- Media sebagai sarana penyebaran informasi yang positif.
“Saya percaya bahwa jika keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan realitas hidup dapat bersatu, itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” tambahnya.
Mencetak Generasi Tangguh dengan Pancasila
Lebih jauh, Pramono berharap pembelajaran Pancasila dapat mencetak generasi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman. Ini termasuk menghadapi perkembangan teknologi yang pesat dan dinamika sosial yang semakin kompleks.
Beliau juga optimis bahwa Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam penerapan pembelajaran Pancasila yang kontekstual. Pembelajaran ini diharapkan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga menjadi bagian dari praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan semangat ini, diharapkan generasi mendatang dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila secara utuh, sehingga mampu berkontribusi positif dalam masyarakat yang terus berkembang.
➡️ Baca Juga: Panduan Plyometric untuk Meningkatkan Kecepatan dan Daya Ledak Atlet Anda
➡️ Baca Juga: Puncak Arus Balik Kedua: Tonton Video Menariknya Sekarang juga!
