Dalam konteks industri energi yang kian berkembang, PT. Pertamina Hulu Indonesia (PHI) telah memperlihatkan kinerja yang memuaskan di sektor hulu minyak dan gas (migas) pada triwulan pertama tahun 2026. Dengan pencapaian yang melebihi target yang telah ditetapkan, PHI tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap produksi migas Kalimantan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional.
Pencapaian Produksi Migas yang Mengesankan
Selama periode Januari hingga Maret 2026, PHI berhasil mencatatkan produksi minyak yang mengesankan, dengan realisasi mencapai lebih dari 120 persen dari target yang ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Handri Ramdhani, Senior Manager Relations PHI, dalam sebuah acara media gathering yang berlangsung di Jakarta. Menurutnya, kinerja positif ini juga tercermin dalam produksi gas, yang berhasil mencapai sekitar 104 persen di atas target yang telah ditentukan.
Sinergi dan Kolaborasi dengan Media
Acara tersebut, yang bertajuk Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus, dihadiri oleh lebih dari 40 wartawan, termasuk pimpinan redaksi dan reporter dari berbagai media. Forum ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara PHI dan media, serta meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya industri hulu migas dalam konteks ketahanan energi di Indonesia.
Handri Ramdhani mengungkapkan apresiasi terhadap peran media dalam mendukung kegiatan operasional PHI. Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis antara PHI dan wartawan sangat penting guna menciptakan pemahaman yang lebih baik di masyarakat tentang kontribusi sektor migas terhadap energi nasional. “Kami berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat berlanjut menjadi kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen Terhadap Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial
PHI mengelola berbagai operasi hulu migas di Kalimantan melalui anak perusahaan seperti PT. Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Dalam menjalankan operasi tersebut, PHI berpegang pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berfokus pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dengan mengelola aset-aset dari PT Pertamina EP dan PHE di wilayah ini, PHI tidak hanya berperan dalam produksi migas tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Forum BASO IGA sebagai Ruang Diskusi
Melalui Forum BASO IGA, PHI menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan insan pers. Forum ini menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik, serta membahas isu-isu terkini terkait industri migas. Sinergi antara PHI dan media diharapkan dapat menjaga keberlanjutan operasional serta memaksimalkan kontribusi industri hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.
Peluncuran Program APEKA 2026
Dalam acara tersebut, PHI juga meluncurkan kembali program “Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan 2026” (APEKA 2026). Program ini merupakan lomba karya jurnalistik yang bertujuan untuk menyoroti peran dan kontribusi PHI dalam industri hulu migas serta ketahanan energi nasional. Dengan tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa,” APEKA 2026 diharapkan dapat memperluas partisipasi insan pers dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas di sektor energi.
Ruang Partisipasi bagi Insan Pers
APEKA 2026 merupakan penyelenggaraan kedua yang melibatkan pewarta dari berbagai wilayah operasi PHI di Kalimantan. Dalam kompetisi ini, diharapkan akan muncul narasi yang lebih kaya dan beragam tentang sektor hulu migas Indonesia. Terdapat beberapa kategori yang akan diperlombakan, antara lain media cetak, media online, media televisi, media radio, dan photo essay. Publikasi karya dapat dilakukan mulai 30 April hingga 16 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang yang direncanakan pada bulan September 2026.
Menanggapi Tantangan Geopolitik
PHI menyadari bahwa situasi geopolitik yang dinamis saat ini membawa tantangan tersendiri bagi industri energi. Ketidakpastian dan kompleksitas yang tinggi memerlukan adaptasi yang cepat, terutama bagi para jurnalis yang meliput sektor ini. Oleh karena itu, penting bagi media untuk terus mengasah keterampilan dan pengetahuan mereka agar dapat memberikan informasi yang relevan dan akurat kepada publik.
Tips Mengelola Perubahan
Pada acara BASO IGA Edisi Khusus ini, Dony Indrawan, Manager Communication, Relation & CID (CRC) PHI, membagikan materi yang berjudul “Tips Sukses Mengelola Perubahan dalam Kehidupan.” Dalam materi tersebut, ia menjelaskan empat tahapan penting dalam proses transisi, yaitu:
- Memahami ketakutan yang ada
- Menguji harapan dan keyakinan
- Mengeksplorasi kendali dan pilihan yang tersedia
- Meminta informasi dan peluang dari pihak terkait
- Memelihara diri untuk tetap fokus dan produktif
Dengan pendekatan yang tepat, individu dapat lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan yang ada di depan.
Menghadapi Masa Depan Energi yang Berkelanjutan
PHI berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan produksi migas Kalimantan demi mendukung ketahanan energi nasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk insan pers, PHI berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan bersama dalam industri energi yang berkelanjutan.
Keberhasilan PHI dalam melebihi target produksi migas pada triwulan pertama 2026 menunjukkan potensi besar yang dimiliki sektor ini. Dengan dukungan yang tepat dari semua pihak, industri hulu migas di Kalimantan dapat terus berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Perlindungan Hak Keluarga Prajurit yang Gugur di Lebanon
➡️ Baca Juga: Atasi Gangguan Tidur dengan Rutin Berolahraga Ringan di Sore Hari untuk Kesehatan Optimal
