Jakarta – Dalam upaya untuk memperkuat perlindungan anak di dunia digital, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), telah meluncurkan regulasi baru yang berfokus pada tata kelola sistem elektronik. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman bagi anak-anak. Menyusul hal tersebut, platform permainan internasional Roblox mengumumkan komitmennya untuk mematuhi regulasi ini dan melakukan penyesuaian kebijakan di pasar Indonesia.
Komitmen Roblox terhadap PP Tunas
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis di situs mereka, Roblox menegaskan pentingnya mematuhi semua hukum yang berlaku di Indonesia dan mengapresiasi peran Komdigi serta PP Tunas dalam melindungi anak-anak dan keluarga selama interaksi di dunia maya. Roblox menyatakan, “Kami menghormati semua hukum yang berlaku di Indonesia dan menghargai komitmen KOMDIGI serta peran penting PP TUNAS dalam melindungi anak-anak dan keluarga dalam interaksi daring.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Roblox dalam berkolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Dialog Konstruktif dengan Pemerintah
Roblox juga mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan dialog konstruktif dengan perwakilan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait keamanan digital. Dalam dialog tersebut, Roblox berkomitmen untuk menerapkan solusi yang sesuai dengan persyaratan lokal, di samping langkah-langkah perlindungan yang sudah ada sebelumnya di platform mereka. “Setelah berdialog secara konstruktif, kami berkomitmen untuk menerapkan solusi yang memenuhi persyaratan lokal sebagai tambahan terhadap perlindungan canggih yang sebelumnya telah diterapkan di platform kami,” lanjut mereka.
Pembatasan untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dalam rangka mendukung regulasi ini, Roblox telah menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk pembatasan tambahan bagi pengguna yang berusia di bawah 16 tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengalaman bermain anak-anak di platform tersebut aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Roblox juga akan memperkenalkan kontrol tambahan untuk konten dan fitur komunikasi bagi setiap pemain berusia di bawah 16 tahun di Indonesia,” ungkap perwakilan Roblox.
Proses Penilaian Risiko yang Diperlukan
Roblox juga memastikan bahwa mereka akan mengikuti proses penilaian risiko yang diwajibkan sesuai dengan regulasi turunan. “Kami akan terus bekerja sama dengan KOMDIGI untuk memastikan bahwa proses penilaian risiko yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri TUNAS dapat dilengkapi dengan baik,” tambah mereka. Ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa semua aspek dari platform digital Roblox aman untuk anak-anak dan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.
Implementasi Klasifikasi Usia melalui IGRS
Regulasi ini juga sejalan dengan implementasi klasifikasi usia yang dijadwalkan akan mulai diterapkan pada Januari 2026. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya menetapkan batasan usia akses terhadap platform digital, termasuk game dan media sosial. Kebijakan ini diatur dalam PP Nomor 17 Tahun 2025, yang mengharuskan platform digital untuk melindungi anak-anak dalam interaksi online.
Pengaturan yang Lebih Ketat untuk Platform Digital
Peraturan ini kemudian diperkuat dengan diterbitkannya Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang secara spesifik mengatur pembatasan akses media sosial dan fitur komunikasi untuk anak-anak. Dengan adanya regulasi ini, platform digital, termasuk game dan media sosial, dituntut untuk menyediakan sistem kontrol usia, moderasi konten, dan pengelolaan risiko yang lebih ketat. Ini merupakan langkah penting dalam memastikan perlindungan anak di lingkungan digital yang semakin kompleks.
- Pembatasan usia akses untuk platform digital.
- Kontrol tambahan untuk konten dan fitur komunikasi.
- Proses penilaian risiko yang wajib dilakukan.
- Implementasi klasifikasi usia mulai Januari 2026.
- Peraturan yang mengharuskan moderasi konten.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan platform seperti Roblox, diharapkan lingkungan digital di Indonesia dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Perlindungan anak di dunia maya adalah tanggung jawab bersama, dan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi merupakan kunci untuk mencapai tujuan ini.
➡️ Baca Juga: Menyajikan Informasi Terkini Properti: Mengulas Situs Warisan Dunia UNESCO hingga Membahas Simulasi KPR
➡️ Baca Juga: Film Serial “Star Trek: Starfleet Academy” Selesai dengan Resmi di Musim 2
