Elephant Kind Mempersembahkan Album Baru dan 80 Demo dalam 45 Panggung di Inggris dalam Setahun

Setelah menghabiskan tiga tahun berkelana di Inggris, trio alternative indie pop asal Jakarta, Elephant Kind, akhirnya kembali dengan kabar menggembirakan. Mereka meluncurkan album studio ketiga yang bertajuk More Time. Dalam rangka merayakan peluncuran album baru Elephant Kind ini, mereka menggelar acara Listening Party dan Semi-Live DJ Set yang berlangsung meriah di music bar Zodiac, Senopati, Jakarta Selatan, pada malam Kamis, 26 Maret 2026. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, pertunjukan tersebut menjadi ajang bagi penggemar untuk menikmati karya terbaru mereka.
Perayaan Peluncuran Album Baru Elephant Kind
Acara peluncuran ini bukan hanya sekadar mendengarkan lagu-lagu baru, tetapi juga menjadi momen penting bagi Elephant Kind untuk terhubung dengan penggemar. Dalam sesi Live DJ Set yang dipandu oleh Bam Mastro dan rekan-rekannya, suasana menjadi sangat energik. Mereka menyajikan lagu-lagu terbaru seperti “Hooked”, “Man Enough”, “More Time”, dan “Strangest Thing” yang berhasil menggugah semangat penonton untuk berdansa dan bergoyang bersama.
Kisah di Balik Album More Time
Setelah penampilan mereka yang mengesankan, Medcom.id berkesempatan untuk berbincang dengan anggota Elephant Kind. Mereka mengungkapkan bahwa perjalanan musik mereka selama tinggal di Inggris bukanlah sekadar pengalaman biasa, melainkan sebuah proses yang mendalam. Bam Mastro menjelaskan bahwa mereka menjalani jadwal manggung yang cukup padat, dengan tampil di panggung sebanyak 35 hingga 45 kali setiap tahunnya.
“Kedatangan kami ke Inggris sebenarnya untuk bekerja keras. Banyak orang yang mengira kami tidak memiliki jadwal manggung, tetapi kami benar-benar aktif di sana,” jelas Bam. Proses manggung yang intens ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan materi baru dan memantapkan arah musik yang ingin mereka ambil.
Panggung Inggris sebagai Laboratorium Musik
Bagi Elephant Kind, panggung-panggung kecil di Inggris berfungsi sebagai laboratorium musik yang vital. Bayu Adisapoetra menguraikan bagaimana disiplin dan kurasi yang ketat dalam penampilan mereka menjadi kunci dalam menciptakan 12 lagu yang terdapat dalam album More Time dari total sekitar 80 demo yang telah mereka ciptakan selama tiga tahun terakhir.
“Selama berada di sana, kami menganggap diri kami melakukan R&D. Kami menciptakan lagu, kemudian membawakannya di depan penonton untuk melihat reaksi mereka. Dari situ, kami bisa tahu lagu mana yang menarik perhatian,” imbuh Bayu. Proses ini memberikan mereka pemahaman yang lebih baik tentang apa yang disukai pendengar, sehingga mereka bisa menyeleksi lagu yang tepat untuk dimasukkan ke dalam album.
Kompromi dan Komitmen dalam Proses Kreatif
Bayu juga menjelaskan bahwa selama di Inggris, mereka berkomitmen untuk rutin masuk studio sebanyak empat kali dalam seminggu. “Kami memastikan untuk hadir di studio setiap hari Selasa hingga Kamis, apakah itu menghasilkan lagu baru atau tidak. Yang terpenting adalah konsistensi,” katanya. Metode ini terbukti efektif, karena 12 lagu dalam album More Time merupakan hasil dari proses yang telah mereka kurasi dan tampilkan di depan publik.
Kepercayaan Diri di Panggung
Pengalaman yang mereka peroleh selama tinggal di Inggris memberikan kepercayaan diri saat tampil di Indonesia. Bayu mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi merasa khawatir ketika mempersembahkan lagu-lagu baru. “Saat kami tampil di Jakarta dan Bandung untuk pertama kalinya dengan lagu-lagu baru, saya merasa tenang. Penonton pun merespons dengan baik, bahkan langsung berdansa,” tuturnya.
Transformasi Musik yang Alami
Kevin Septanto, anggota lainnya, menambahkan bahwa perubahan arah musik dalam album ini adalah bagian dari evolusi alami mereka. Dia percaya bahwa baik pendengar lama maupun baru akan segera beradaptasi dengan gaya musik terbaru Elephant Kind. “Saya yakin mereka hanya perlu waktu untuk mengenali dan menikmati perubahan ini. Seperti halnya artis favorit kita, pasti ada fase awal yang perlu dilalui,” ujar Kevin.
Pencapaian Elephant Kind di Tahun 2025
Sejak tahun 2025, Elephant Kind telah mencatat berbagai prestasi yang mengesankan. Mereka berhasil tampil di sejumlah festival besar di Inggris dan Eropa, menjalani tur dengan status sold out, serta tampil di berbagai stasiun radio ternama seperti Radio X dan BBC Radio 6 Music. Kepulangan mereka ke Jakarta juga disambut hangat oleh penggemar, dengan 3.000 tiket konser terjual habis dalam waktu kurang dari lima menit.
Album Baru Elephant Kind: Lebih dari Sekadar Musik
Album More Time adalah hasil dari eksplorasi yang mendalam dan perjalanan yang penuh dedikasi. Dengan peluncuran ini, Elephant Kind tidak hanya menawarkan musik baru, tetapi juga mengajak pendengar untuk merasakan perjalanan mereka sebagai musisi. Setiap lagu dalam album ini mewakili pengalaman, tantangan, dan transformasi yang telah mereka lalui selama tiga tahun di Inggris.
Kesimpulan: Melangkah Menuju Masa Depan
Dengan peluncuran album baru Elephant Kind, mereka menunjukkan bahwa perjalanan musik adalah proses yang tidak pernah berhenti. Setiap langkah yang mereka ambil, setiap panggung yang mereka injak, dan setiap lagu yang mereka ciptakan, adalah bagian dari evolusi yang lebih besar. Album More Time bukan hanya sekadar koleksi lagu, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan baru dan terus berkembang sebagai artis.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Elephant Kind siap melanjutkan perjalanan mereka dan memberikan karya-karya yang menginspirasi bagi penggemar di seluruh dunia. Album baru ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kreativitas mereka membuahkan hasil yang memuaskan. Selamat datang kembali, Elephant Kind!
➡️ Baca Juga: Peningkatan Demam Belanja Baju Thrifting di Pasar Senen Menjelang Lebaran
➡️ Baca Juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental: Taktik Efektif Menjaga Ketentraman Pikiran dalam Rutinitas Padat




