Gubernur Konfirmasi Rencana dan Tender Proyek Jalan Rawa Pitu Sudah Berjalan

Sebuah berita yang telah lama ditunggu akhirnya terkonfirmasi. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi menyatakan bahwa proyek pemulihan jalan Gedong Aji-Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, telah diproses dan ditender. Dengan ini, harapan masyarakat setempat yang telah menanti perbaikan jalan selama puluhan tahun, kini semakin dekat dengan kenyataan.
Rencana Perbaikan Jalan Rawa Pitu
Menurut Gubernur Djausal, jalan yang telah lama dinantikan masyarakat itu akan mulai ditangani tahun ini. Pada tahap awal, Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan perbaikan sepanjang 13,5 kilometer khusus di wilayah Rawa Pitu, sebagai bagian dari total panjang ruas sekitar 31 kilometer.
Proyek ini bukanlah rencana mendadak. Sejak 2025, penanganan jalan ini telah menjadi bagian dari perencanaan Pemerintah Provinsi Lampung. Program tersebut memang diproyeksikan untuk dilaksanakan pada tahun 2026, dengan tujuan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Proses Tender Proyek Jalan Rawa Pitu
Gubernur Djausal mengungkapkan bahwa proyek perbaikan jalan Gedong Aji-Umbul Mesir saat ini sudah memasuki proses tender. Pemerintah Provinsi bahkan mendorong percepatan jadwal agar pengerjaan dapat dimulai lebih awal dari rencana semula. Diharapkan, pekerjaan dapat dimulai pada awal April, lebih cepat dari jadwal semula yang direncanakan mulai Mei.
Pentingnya Perbaikan Jalan Rawa Pitu
Rawa Pitu dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung, selain komoditas sawit dan karet. Jalan ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, terutama saat musim panen. Faktanya, perbaikan jalan ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung, Rawa Pitu memiliki peran penting dalam distribusi hasil pertanian. Jika jalan tidak layak, biaya angkut naik, harga di petani tertekan. Maka perbaikan jalan ini langsung berdampak pada kesejahteraan,” ujar Gubernur Mirza.
Perbaikan Jalan Rawa Pitu Akan Dilakukan Bertahap
Pemulihan jalan akan dilakukan secara bertahap hingga 2027. Pada tahun ini, sejumlah segmen akan dibangun dengan konstruksi rigid beton, sementara bagian lain yang belum masuk pengerjaan utama akan diperkuat lapisan dasar (base) untuk mencegah kendaraan terperosok saat musim hujan. Prioritas utama adalah memulihkan konektivitas jalan untuk mencegah kendaraan terjebak lumpur.
Sambutan Antusias dari Warga Rawa Pitu
Proyek ini disambut dengan antusias oleh warga setempat. Seorang warga Rawa Pitu, Subari, mengungkapkan bahwa kondisi jalan selama lebih dari 30 tahun sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama saat hujan dan kemarau.
Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi sekitar 3.000 penduduk desa dan penghubung utama menuju Kecamatan Penawar Aji.
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Djausal juga meninjau ruas jalan Sp. Unit VIII–Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru sebagai bagian dari percepatan penanganan infrastruktur jalan provinsi. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun infrastruktur secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan untuk mendukung sentra produksi pertanian dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penutup, Gubernur Djausal menegaskan, “Ini bukan tambal sulam. Langsung beton. Kami berharap bisa dilanjutkan sampai tuntas,”. Dengan semangat ini, harapan masyarakat Rawa Pitu akan jalan yang lebih baik semakin dekat dengan kenyataan.
➡️ Baca Juga: Prabowo Subianto Bahas Lima Prioritas Nasional di Hambalang: Pendidikan, Geopolitik, dan Mudik
➡️ Baca Juga: Juventus Mengalahkan Pisa dengan Mudah Tanpa Hambatan



