Bupati Serang Dorong MUI untuk Edukasi Generasi Muda dalam Penggunaan Media Sosial yang Bijak

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Namun, dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan platform ini semakin mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menekankan pentingnya peran aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan edukasi media sosial kepada generasi muda. Melalui berbagai program edukasi, diharapkan generasi penerus dapat terhindar dari informasi yang keliru dan pengaruh buruk yang bisa merusak moral mereka.
Pentingnya Edukasi Media Sosial
Dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa tema yang diusung, yaitu “Sinergi Ulama dan Umara Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Serang Bahagia yang Religius dan Harmonis”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Media sosial bisa menjadi alat yang positif jika digunakan dengan bijak, namun juga bisa menjadi sumber masalah jika disalahgunakan.
Dampak Negatif Media Sosial
Rachmatuzakiyah menyoroti bahwa degradasi moral di kalangan remaja adalah salah satu dampak nyata dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat, khususnya orang tua, perlu menyadari bahwa tantangan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari semua elemen masyarakat, termasuk ulama.
- Penyebaran hoaks yang cepat dan luas.
- Pengaruh negatif terhadap perilaku dan sikap remaja.
- Kurangnya pemahaman tentang etika berinternet.
- Risiko kecanduan media sosial.
- Munculnya masalah kesehatan mental akibat perbandingan sosial.
Peran Ulama dalam Edukasi
Bupati Rachmatuzakiyah mengajak MUI untuk lebih aktif dalam melakukan sosialisasi melalui majelis taklim. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memberikan pencerahan kepada orang tua, terutama para ibu, mengenai pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan media sosial.
Pentingnya Pendampingan Orang Tua
Pendampingan dari orang tua menjadi kunci utama dalam membimbing generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan platform digital. Rachmatuzakiyah menekankan bahwa tanpa kerjasama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, masalah ini akan sulit diatasi.
- Memberikan pemahaman tentang dampak negatif penggunaan media sosial.
- Mendorong komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
- Menjaga pengawasan terhadap konten yang dikonsumsi anak.
- Menciptakan lingkungan yang positif di rumah.
- Memberikan edukasi tentang etika berinteraksi di dunia maya.
Menangkal Isu Hoaks
Selain degradasi moral, Bupati juga menyoroti isu hoaks yang semakin marak. Informasi yang keliru dapat merusak keharmonisan masyarakat dan menciptakan ketidakpastian. Oleh karena itu, MUI diharapkan dapat merumuskan program-program yang konkret dan solutif untuk menangkal penyebaran berita bohong.
Program Konkrit MUI
Dalam konteks ini, Rachmatuzakiyah berharap agar MUI dapat menghasilkan program yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan ulama, diharapkan permasalahan yang ada dapat diatasi dengan baik.
- Penyuluhan tentang hoaks dan cara mengidentifikasinya.
- Pelatihan untuk para orang tua dalam mendampingi anak di dunia digital.
- Penyusunan materi edukasi yang menarik dan mudah dipahami.
- Program kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memperkuat edukasi media sosial.
- Monitoring dan evaluasi program secara berkala.
Respons MUI Kabupaten Serang
Menanggapi seruan Bupati, Ketua MUI Kabupaten Serang, KH Muhit, menyatakan kesiapan MUI untuk menggerakkan kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Edukasi tentang karakter anak akan menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat
MUI berkomitmen untuk memperkuat pendidikan karakter anak sebagai upaya menangkal pengaruh buruk dari lingkungan dan media sosial. Menurut KH Muhit, pengajian-pengajian yang diadakan akan menjadi platform untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
- Menekankan nilai-nilai agama dalam keseharian.
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosial.
- Memberikan dukungan kepada orang tua dalam mendidik anak.
- Memfasilitasi diskusi tentang isu-isu terkini yang relevan.
- Membangun sinergi dengan lembaga pendidikan setempat.
Kehadiran Pimpinan Lainnya
Rakerda ini juga dihadiri oleh Ketua MUI Banten KH A. Bazari Syam, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur, serta jajaran pimpinan instansi terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya edukasi media sosial dan penguatan karakter generasi muda.
Secara keseluruhan, langkah yang diambil oleh Bupati Serang dan MUI Kabupaten Serang merupakan tindak lanjut yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan media sosial di era digital. Dengan kerjasama yang kuat antara ulama, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial, sekaligus mampu menangkal pengaruh negatif yang ada di sekitarnya.
➡️ Baca Juga: 5 Film Ikonik Paul Thomas Anderson yang Memimpin Perburuan Oscar 2026
➡️ Baca Juga: Arab Saudi Beri Jaminan Keamanan Jamaah Umrah Walau Terjadi Konflik di Timur Tengah

